Langsung ke konten utama

Sepenggal Kisah ( bag.1)



Lorong Bahagia

Kau bawa cinta pada hati yang terluka. Kau yakinkan hati yang sebelumnya pernah dicampakkan. Kau nampak manis dengat kata-kata bak pujangga. Kau datang sebagai penyembuh pada perasaan yang pernah dibunuh.

Kita menjalin ikatan yang selama ini aku damba-dambakan. Bagai pelukan yang menghangatkan, bagai rumah yang selalu menjadi tempat pulang, bagai lentera di malam gelap, bagai penunjuk arah dalam jalan sesat. Begitulah kita menggenapkan yang ganjil, menyempurnakan semua kekurangan.
Kurasa, hari-hariku nampak lebih baik ketika aku bersamamu. Senyumku selalu terukir tanpa rasa sedih yang biasanya menghampiriku setiap saat.
Kau tau, kau adalah salah satu alasan mengapa aku selalu bersemangat melewati hari-hari meski berat. Melewati segala susah tanpa mengeluh, Meniadakan keluh disaat peluh.
Tak ada yang mampu menggantikanmu. Tak ada yang mampu mengalihkan pikiranku darimu. Tak ada yang mampu menyingkirkanmu, bahkan hanya  untuk sekedar singgah sekejap dihatiku.
Percayalah, saat ini kau adalah satu-satunya cinta yang kurasa berbeda. Caramu mencintaiku, caramu memperlakukanku seakan-akan membuatku menjadi wanita paling beruntung diantara wanita yang lainnya.
Aku berfikir mungkin ini jawaban atas penantian-penantian panjangku menunggu. Menunggu seseorang yang benar-benar bisa menerima tak hanya aku melainkan segala kekuranganku. Aku berfikir ini mungkin balasan yang manis atas pengkhianatan-pengkhianatan sadis yang pernah kudapatkan.
Aku seperti bermimpi. Dulu kau hanya seseorang yang hanya aku lihat dari kejauhan. Kau adalah Seseorang yang aku kagumi, tapi aku  tidak sedikitpun berfikir bisa memilikimu.
Kau patahkan rasa pesimisku. Ketika tiba-tiba kamu datang begitu saja dalam kehidupanku. Kau bersedia memberi bahagia tanpa memperdulikan kekurangan yang ada, Kekurangan yang biasanya menjadi tolak ukur laki-laki ketika menilai seorang wanita.
Aku sudah jujur agar nantinya kamu tidak mundur. Aku bilang ..
"aku tidak cantik rupawan" dengan enteng kau menjawab..
"Itu tidak akan membuat sebuah penyesalan"
Aku bilang "Aku tidak seperti wanita lain yang jago berdandan"
Lalu kamu tertawa dan bilang..
"Memangnya kenapa? Aku tidak pernah mempermasalahkan"
Itu yang aku suka darimu. Kau berbeda dari yang pernah kutemui. Kau tidak pernah menuntutku untuk jadi seperti...., tapi kau memberi kebebasan untuk aku menjadi diriku sendiri.
Cinta itu sebagai media pengembangan diri, bukan sebagai tempat mengubur jati diri. Kita berdua pernah sepakat tentang hal ini kan?




Agustus 2019
"Kamu adalah kebahagianku setelah hidupku abu-abu.
Hadirmu membawa warna yang lebih dari sekedar abu-abu.
Kini masanya kita bersatu beradu rindu.
Terimakasih sudah hadir tanpa rasa ragu"


Oleh : VianiRahma

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

pelik tanpa peluk

KLIK DULU DISINI   Tak bisa kuhindari. Hari makin hari aku semakin tersiksa. Tersiksa perasaanku sendiri.  Perasaan yang masih saja takpercaya hati ini telah kau khianati. Perasaan yang masih saja takterima bahwasanya kau telah pergi. Apa mungkin aku telah menjadi bodoh sekarang?  Luka yang kau berikan sudah cukup dalam untuk membuatku benci dan menyimpan dendam. Tapi apa kau tau, tak ada sedikitpun rasa benci dan dendam pada hatiku.  Yang ada hanya harapan agar kamu kembali. Menarik semua ucapan pada malam paling menyedihkan itu. Hari demi hari nyatanya harapanku hanya menjadi sesuatu yang semu saja. Terlalu muluk-muluk memang mengharapkan seseorang yang jelas-jelas sudah tidak cinta, kembali pada pelukan kita. Kini aku tak mampu membendung air mata. Tak bisa lagi menyembunyikan luka. Tak mampu lagi berpura-pura tegar atas apa yang menimpa ikatan kita. Semuanya telah terurai, kita telah selesai. Kenangan-kenangan masih terputar jelas. Aku masih ingat saa...

Rumit

sapa rindu