Kepada kau yang memiliki mantra.
Katakan dimana obat penawarnya.
Aku lelah menerka-nerka.
Aku hampir gila dihantui rasa.
Macam mana kau bisa masuk begitu saja?
Pada hati yang bahkan kuncinya tak tahu dimana.
Pada otak yang bahkan sempit tak ada ruang yang tersisa.
Beribu kali kuhapus jejakmu.
Pada mataku.
Pada ruang imajiku.
Pada keinginan bersamamu.

Komentar
Posting Komentar