Betapa celaka bangsa yang tak berani menyampaikan kata-katanya sendiri
kecuali bila tengah bergandengan mesra dengan liang kubur.
Bangsa yang tak menyimpan kebanggaan
Kecuali ketika sedang tengkurep diantara puing-puing reruntuhannya
Bangsa yang tidak menggeliat bangkit
Kecuali manakala batang lehernya telah dikalungi oleh nata pedang dan tempat pemancungan
Celakalah bangsa yang memiliki negarawan berupa seekor serigala
Yang memiliki filososf berupa para penipu
Dan memiliki karya seni berupa tiru-tiruan
Betapa malangnya yang menyambut penguasa barunya dengan mengumandangkan tiupan-tiupan terompet
Lalu menangis penuh duka waktu mengucapkan selamat tinggal padanya
Tetapi kemudian menyambut penguasa baru penggantinya dengan tiupan-tiupan terompet yang sama
Celaka benar bangsa yang hanya memiliki kaum cendikiawan
Yang bertahun-tahun tumpul telinganya
Dan orang-orang kuatnya masih mengeram dalam kereta-kereta bayi
kecuali bila tengah bergandengan mesra dengan liang kubur.
Bangsa yang tak menyimpan kebanggaan
Kecuali ketika sedang tengkurep diantara puing-puing reruntuhannya
Bangsa yang tidak menggeliat bangkit
Kecuali manakala batang lehernya telah dikalungi oleh nata pedang dan tempat pemancungan
Celakalah bangsa yang memiliki negarawan berupa seekor serigala
Yang memiliki filososf berupa para penipu
Dan memiliki karya seni berupa tiru-tiruan
Betapa malangnya yang menyambut penguasa barunya dengan mengumandangkan tiupan-tiupan terompet
Lalu menangis penuh duka waktu mengucapkan selamat tinggal padanya
Tetapi kemudian menyambut penguasa baru penggantinya dengan tiupan-tiupan terompet yang sama
Celaka benar bangsa yang hanya memiliki kaum cendikiawan
Yang bertahun-tahun tumpul telinganya
Dan orang-orang kuatnya masih mengeram dalam kereta-kereta bayi
Komentar
Posting Komentar